“Sialan, ke mana zippo itu jatuhnya,” gerutu Nick sambil meraba-raba saku baju dan celananya.
“Guys, gue mau ke belakang bentar cari zippo gue , mungkin jatuh pas kita jalan-jalan tadi,” kata Nick sambil berjalan kembali ke belakang.
“Buruan Nick, bentar lagi kayaknya mau hujan, gue udah liat sambaran kilat tadi,”kata Roger.
“Yah, gue tahu.”
"Gile juga nih si Nick, zippo jelek gitu aja sampai dicari-cari, kalau gue udah gue buang dari kapan tau.”
“Loe sih gak tau sejarahnya Rog, itu zippo kan pemberian Anne waktu Nick ulang tahun ke 25.”
“Maksud loe, dari Anne ex pacar dia yang brengsek itu?”
“Yup, jadi Rog, jangan sebut-sebut masalah zippo itu sebagai barang sampah, bisa ngamuk nanti tuh manusia edan,” kata Brian sambil tersenyum miring.
Roger hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan temannya itu, dalam hati dia berkata, untuk apa juga Nick memikirkan cewek gak tau diri itu, saat Nick jatuh dari bisnisnya dia tinggalin begitu saja, sekarang saat Nick sedang di puncak kejayaan kembali mau masuk dalam hidup temannya itu. Dan ini membuat mereka semua menghalang-halangi keinginan Anne tersebut, sayangnya Roger tidak tahu zippo tersebut pemberian dari Anne, kalau dia tahu sudah dibuang ke laut tadi pas saat dia pinjam dari Nick. Roger sangat tidak menyukai Anne yang menurutnya seorang cewek sok suci tapi berhati culas.
Mereka berjalan kembali ke ruang depan untuk mencari pasangan mereka masing-masing. Derek terlihat ogah-ogahan untuk mencari Dewi, memang matanya jelalatan melihat-lihat tapi dia sedang mencari Linda, karena dia ingin bicara dengan perempuan itu. Menjelaskan bahwa dia membutuhkan waktu lagi untuk memutuskan hubungan dengan Dewi, dia merasa benar-benar berat sekali melakukan “pekerjaan” yang tidak berperasaan seperti ini. Lain dengan bisnis, dia terkenal sangat kejam sekali jika berurusan dengan bisnis menyaingi “kegilaan” Nick dalam mengambil keputusan untuk melakukan sesuatu hebat dalam bisnis. Dalam kehidupan social, dia terkenal sangat dermawan dibandingkan teman-temannya yang lain bahkan dia memperkarsai pembentukan yayasan Cinta Sesama dengan keempat temannya untuk mendanai anak-anak telantar dan menderita penyakit yang berat.
Oleh karena itu dia sering kali diolok-olok teman-temannya akan 2 kepribadian yang berbeda ini. Tapi dia selalu menanggapi dengan santai saja karena dia merasa teman-temannya juga seperti dia terutama Nick yang paling terkenal ketajamannya di dunia bisnis, tidak ada satu juga yang bisa lolos dari cengkreman tangannya jika dia sudah memutuskan untuk mengambil alih perusahaan orang lain.
Sambil ngobrol ringan mereka mendekati pasangan mereka yang kebetulan memang sedang berdiri bersama, terlihat Nancy memandang tidak suka kepada Linda, sedangkan Linda kelihatan cuek saja ditatap seperti itu. Tapi mereka tidak melihat adanya Dewi diantara wanita-wanita itu, Derek mengedarkan kembali matanya ke sekeliling ruangan untuk memastikan keberadaan Dewi, tetap wanita itu tidak terlihat. Derek bersikap diam saja karena dia berpikir mungkin Dewi sedang ke kamar kecil jadi tunggu beberapa saat sebelum mencarinya. Melihat pasangan mereka kembali, Nancy dengan cepat menarik tangan Brian dan berbisik di telinga pria itu, mendengar bisikan isterinya, Brian membesarkan mata dan menatap isterinya tidak percaya. Sedangkan Marsha bergerak mendekati Roger sambil tersenyum sensual, dia ingin sekali segera pulang dan menikmati sisa malam ini di mansion Roger yang indah itu. Sedangkan Tania terlihat seperti menahan kemarahan menatap Derek dan John bergantian. Kedua pria yang ditatap begitu kebingungan ada apa gerangan sehingga Tania yang biasanya jarang sekali menunjukan emosinya itu bisa sampai seperti ini.
Nick berjalan keluar dengan cepat sekali karena dia tidak mau mencari zipponya di bawah hujan, tidak lucu rasanya diguyur hujan karena dia tidak mau kehilangan zippo keparat itu. Dia masih menyimpan zippo itu sebagai tanda pembuktian kebodohannya menghadapi perempuan yang dia sangka polos dan lugu. Dengan zippo yang masih ada dalam genggamannya merupakan peringatan bagi dirinya untuk bertindak hati-hati dalam hal perempuan dan tidak memberikan penilaian berdasarkan hati lagi tapi harus menggunakan otak sehingga dia tidak akan terkecoh lagi dengan tipu muslihat para perempuan yang merupakan jelmaan para iblis itu.
Cepat Nick berjalan kembali menyusuri jalan yang telah dia lalui bersama temannya sambil matanya menatap sekeliling dengan bantuan senter kecil yang kuat sekali sinarnya yang selalu dia bawa di sakunya. Dengan menunduk dia terus berjalan mendekati gazebo sambil menggunakan kakinya menyibak rumput di sekitanya.
Dia mendengar rintihan pilu itu, mula-mula dia berpikir itu adalah suara angin yang bertiup, tapi kembali dia mendengar seperti desahan kesakitan di dekat dia. Segera dia mengangkat kepala dan melihat sekelilingnya mencari asal suara itu. Mula-mula dia tidak melihat ada orang di sekitar gazebo itu, tapi dia yakin suara itu berasal dari gazebo jadi dia berjalan mendekatinya.
Dan di sanalah dia melihat ada sesosok tubuh wanita, dia mendekati wanita tersebut karena dia kuatir wanita itu sedang kesakitan. Perlahan dia berjalan memutari gazebo sehingga dia bisa melihat siapa wanita itu. Kemudian pemandangan yang dia lihat saat itu tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya.
Dia melihat Dewi sedang memejamkan matanya erat-erat, wajahnya seperti menahan kesakitan yang teramat sangat, dan kedua tangannya sedang memeluk tubuhnya dengan kuat sekali seakan sedang berusaha menahan getaran yang terlihat mengguncang tubuh itu. Dan dari mulutnya terdengar suara rintihan pilu yang menyayat kalbu, ingin dia bergerak mendekati Dewi untuk menanyakan kenapa dia, tapi entah kenapa dia tidak mampu bergerak seakan kakinya terpaku di tempat dia berpijak saat ini. Guratan kesakitan, kepedihan dan kepiluan membayang di wajah bulat telur wanita itu, tubuhnya terlihat gemetar kencang seperti ada sesuatu dari dalam tubuhnya yang menghentak-hentak. Wanita yang biasanya terlihat selalu tegar dan mandiri itu sekarang terlihat seperti seorang anak perempuan yang rapuh hanya tinggal menunggu waktu untuk hancur berkeping-keping.
Kedua tangan yang tadinya memeluk tubuhnya sekarang terurai, yang satu mengcengkram baju di dadanya sedangkan yang satu lagi berusaha meraih pegangan di dinding gazebo. Nick tidak merasakan hujan yang sudah turun membasahi kepala dan tubuhnya, dia tidak sadar akan keadaan sekelilingnya dia seperti tersihir melihat begitu besar kepedihan dan kesakitan yang terlukis di wajah Dewi. Dia tidak melihat adanya air mata yang berjatuhan di pipi mulus perempuan itu tapi entah kenapa dia dapat merasakan bahwa Dewi sedang menangis perih di hatinya, mungkin air mata yang keluar merupakan air mata darah yang menyirami hatinya yang sedang terluka. Nick ingin sekali membantu Dewi melalui kesakitan ini, tapi kembali dia tidak mampu bergerak hanya menatap tidak berdaya ke arah Dewi.
Keadaan ini berlangsung sekitar beberapa menit, kemudian perlahan Dewi membuka matanya menatap sendu ke arah langit dan laut seakan ingin mengadukan kepedihan hatinya. Nick melihat di mata perempuan itu luka yang terkoyak-koyak dan kehampaan yang dalam sekali. Dia jadi bertanya dalam hati apakah begitu perasaannya ketika Anne membuang dia demi kekayaan dan sebuah kerajaan bisnis? Tidak, saat itu dia tidak sampai seperti Dewi, walau dia merasakan perasaan kesakitan karena dikhianati tapi lebih banyak kemarahan karena kebodohannya mempercayai wanita brengsek itu. Sakitnya yang dia rasakan sepertinya tidak sedahsyat yang dirasakan oleh Dewi, karena dia melihat tubuh perempuan itu tidak berhenti bergetar sedangkan kedua tangannya terkepal dengan kuatnya seakan berusaha membuat getaran tubuhnya berhenti.
Terdengar rintihan dan isakan lirih mengiris sukma dari mulut Dewi yang terasa menikam jantung Nick dengan kuatnya sehingga diapun merasa detak jantungnya berdegub kencang menahan tikaman perasaannya. Hujan turun semakin deras, rambut Nick yang tebal dan agak gondrong kini melekat di kepalanya menutupi wajahnya sehingga terlihat hanya matanya saja. Dewi merasakan kehadiran seseorang di dekatnya dan memalingkan mukanya ke kanan untuk melihat siapa gerangan yang mendekatinya. Sempat nafasnya seolah berhenti menatap sepasang mata berwarna biru tajam dan bibir tipis yang tertutup rapat. Tapi segera dia tahu siapa orang itu, diantara semua orang yang dia tidak harapkan ada di sini sekarang, Nick menempati urutan pertama.
Dewi tidak mampu lagi menyembunyikan kepedihan dan luka hatinya kepada Nick, karena di mata Nick dia menemukan perlindungan dan “care” terhadapnya. Sorot mata Dewi yang sendu dan wajah yang rapuh itu seolah menggerakan kaki Nick untuk meraih perempuan itu dalam perlindungannya, tanpa ragu seakan ada gaya tarik yang kuat mengarahkan langkahnya ke Dewi. Kedua tangannya terulur menggapai tubuh Dewi yang sepertinya lemas tidak bertenaga untuk mengelak dari Nick.
Begitu tubuh itu masuk dalam pelukannya, Nick merasakan getaran yang hebat sekali dan “kerapuhan” akan perempuan ini. Dulu dia selalu mengira memeluk perempuan sebesar Dewi pasti tidak enak karena membutuhkan kedua tangan baru bisa memeluk penuh tubuh besar ini. Dia selalu suka memeluk perempuan dengan menggunakan satu tangan saja, sehingga tangan yang lain bisa bebas digunakan untuk apapun. Tapi kini dia merasa bersyukur kedua tangannya dapat memeluk Dewi, seakan dia merasa dirinya utuh dengan mendekap wanita itu erat-erat ke tubuhnya. Perempuan itu bersandar lemas ke tubuhnya ibarat tidak ada tenaga lagi dari tubuh itu, tapi yang anehnya dia tidak merasakan berat tubuh wanita itu. Malahan dia merasakan dirinya ingin sekali menjadi sandaran bagi Dewi yang mampu menampung semua kesakitannya dan menghapus semua duka deritanya. Belum pernah dia merasakan perasaan ingin melindungi dan menyayangi seorang perempuan seperti yang saat ini dia rasakan untuk Dewi.
“Dewi, menangislah jika kamu ingin menangis, aku akan selalu ada di sisimu untuk mendampingimu melewati semua ini,” lembut suara Nick mengalun di dalam telinga Dewi dan tangan kanannya bergerak perlahan mengusap kepala Dewi dan menekannya ke dadanya.
Mendengar suara Nick yang penuh kelembutan dan sayang itu, tiba-tiba saja Dewi tidak dapat lagi menahan tanggul kepedihannya, air mata mengalir dengan derasnya membasahi wajah dan baju Nick, tidak keluar suara sedikitpun dari mulutnya tapi hanya tarikan nafas perih terdengar menyayat kalbu. Perlahan banjir air mata Dewi mulai menembus baju Nick mengenai dadanya, dan Nick mulai merasakan “kesakitan” perasaan akibat siraman air mata Dewi. Semakin erat Nick memeluk Dewi untuk menguatkan perempuan itu menghadapi kepedihannya. Keadaan ini berlangsung cukup lama sedangkan hujan turun semakin deras saja angin bertiup sangat kencang sekali, kilat tidak ada hentinya menyambar di langit dan petir terdengar keras seakan ingin mewakili jeritan hati Dewi.
Tangisan Dewi tidak berhenti juga, sampai inguspun meleleh keluar membasahi jas luar Nick, tapi Dewi sepertinya tidak mampu menghentikan tangisannya dan semua apa yang selama ini terasa menyakitinya terungkap keluar tanpa hambatan ditambah lagi dengan cara Nick yang terus membelai dan mendekapnya kuat-kuat di dada seperti yang selalu dilakukan oleh sang almarhum papa tercinta setiap kali Dewi bersedih. Nick hanya mampu memeluk kuat-kuat dan memberikan kekuatan kepada Dewi untuk mengatasi kepedihannya, setiap segukan tangis Dewi merupakan pukulan bagi jiwanya, dia berjanji dalam hati tidak ada seorangpun lagi yang dia ijinkan untuk membuat Dewi menangis seperti ini lagi, atau orang itu akan berhadapan langsung dengannya.
Setelah mengucapkan janji itu di dalam hati, terdengar suara petir kencang sekali seakan mematerai janji Nick tersebut dan pria itu terkejut serta tersadar apa yang telah dijanjikannya. Ada perasaan panic dan cemas tapi tetap dia tidak melepaskan Dewi dari pelukannya hanya keningnya berkerut dan mulutnya tersenyum kecut serta matanya terpejam setelah memikirkan janjinya itu kembali.
Yah ampun apa yang telah dia janjikan bahkan alampun mendukung janjinya, mampukah dia melaksanakan janji itu, matanya menatap perbatasan laut dan langit seakan meminta penjelasan kepada alam.
Isakan dan tangisan Dewi mereda seiring dengan petir yang tidak terdengar lagi gemanya dan hujan yang mulai tidak terlalu deras seperti tadi. Mendadak Dewi melepaskan diri dari pelukan Nick dan berjalan menuju hujan, dia menengadahkan kepalanya menatap langit sambil memejamkan mata dan membiarkan air hujan membasahi wajahnya yang pucat dan membengkak karena kebanyakan menangis. Nick terkejut ketika Dewi merenggut tubuhnya dari pelukan Nick, cepat dia membuka matanya memandang wanita itu. Dia berpikir kalau dibiarkan Dewi bisa sakit kena air hujan setelah tubuhnya terguncang seperti itu, dia tahu apa yang menyebabkan Dewi seperti ini tapi dia pasti akan memastikan wanita ini tidak akan kena demam akibat hujan. Segera dia mengulurkan tangannya untuk menarik Dewi kembali ke dalam gazebo, tapi seperti punya pemikiran sendiri tubuh Dewi bergerak menjauhi tangan Nick berjalan mendekati pagar pembatas tebing dengan laut. Buru-buru Nick menggapai tubuh Dewi agar tidak mendekati pagar itu, ketika dia menarik Dewi, wanita itu membuka matanya dan menatap dalam-dalam mata Nick seperti mencari sesuatu di mata biru gelap itu.
Dewi sepertinya menemukan apa yang dia cari di mata Nick, dan mengulurkan tangannya untuk memeluk tubuh Nick, untuk pertama kalinya Dewi buka suaranya.
“Nick, peluk aku lagi yang erat dan jangan lepaskan, aku kuatir tubuhku akan hancur berkeping-keping,”pinta Dewi dengan suara lirih sarat dengan kepedihan.
Tanpa banyak kata Nick langsung mengulurkan tangannya mendekap Dewi erat-erat, dia menghela nafas mencium bau hujan di rambut Dewi yang basah itu dan ada semacam wangi yang dari tadi dia cium berasal dari tubuh Dewi. Tadinya dia berpikir wangi itu pasti bau parfum yang digunakan Dewi tapi setelah Dewi “dimandikan” oleh hujan seharusnya wangi itupun hilang tapi ini malahan semakin kuat, wangi yang sangat menenangkan jiwa.
Di bawah siraman air hujan yang semakin berkurang derasnya kembali mereka berpelukan tanpa menyadari waktu dan keadaan. Mereka berdua merasakan kedamaian dan keharmonisan di dalam diri mereka dengan alam, irama hujan yang hanya berupa rintik-rintik jatuh menimpa atap gazebo seakan sebuah komposisi sebuah lagu yang diringi oleh deburan suara ombak yang bagaikan alat musik indah menambah kekhusyukan perasaan mereka berdua.
Perlahan Dewi sadar bahwa hal ini tidak bisa berlangsung selamanya karena ada banyak hal yang harus dia hadapi sehubungan realita kehidupan walaupun pahit tetap harus dihadapi dengan segala ketegaran dan kekuatan yang dia punya. Dia berterima kasih karena Nick ada di saat dia membutuhkan penopang dan sandaran menahan kehancuran dirinya, tapi dia tidak bisa mengharapkan ini akan selalu terjadi dalam hidupnya mengingat semua ucapan sinis Nick tentang dirinya tadi.
Saat dia bergerak untuk melepaskan diri dari Nick, tangan Nick semakin mengeratkan pelukannya, Dewi menggerakkan kepalanya ke belakang Nick, dia melihat bayangan beberapa orang sedang keluar dari rumah menggunakan payung seperti mencari-cari sesuatu atau seseorang. Dia sadar teman-teman Nick sedang mencari dirinya dan Nick, tiba-tiba muncul sifat khas wanita yang tersakiti dalam dirinya, dia tidak jadi melepaskan dirinya dari pelukan Nick, tapi malah menaikkan kembali tangannya untuk memeluk tubuh Nick seerat yang dia bisa. Karena tubuh Nick termasuk sangat besar dengan tinggi 187 cm dan berat 90 kg, dia termasuk kategori pria besar dibandingkan dengan Dewi yang mempunyai tinggi 167 cm dengan berat 70kg.
Ketika merasakan Dewi kembali memeluknya, Nick balas memeluk Dewi lebih erat lagi dan sepertinya ingin memasukan kepala Dewi ke dadanya sehingga nanti perempuan itu tidak akan bisa melepaskan diri darinya. Keadaan seperti sepasang kekasih inilah mereka ditemukan oleh teman-teman mereka termasuk Derek. Mereka semua tercengang memandang kedua insan yang sedang berpelukan itu, seakan tidak percaya mata mereka menatap kedua orang yang sepertinya sedang asyik menikmati kehadiran satu dengan yang lain di bawah rintikan hujan. Keduanya memejamkan mata seakan tidak menyadari alam sekitarnya terlihat di wajah kedua orang itu sebuah kedamaian yang manis, ini membuat orang yang memandangnya merasa iri dengan kedamaian yang terpancar di kedua wajah sepasang pria dan wanita ini.
Derek yang selama ini tidak pernah memikirkan Dewi sebagai kekasihnya dan tidak pernah cemburu terhadap pria lain bahkan ketika Linda lebih memperhatikan Nick dari dirinyapun dia tidak merasakan pahitnya cemburu di hatinya kepada Nick seperti sekarang ini. Ada perasaan iri yang muncul di hatinya, selama dia menjadi kekasih Dewi tidak pernah sekalipun dia melihat wajah Dewi yang terlihat begitu cantik dan lembut diliputi sinar kedamaian yang terpancar kuat di wajahnya. Dia tidak suka dengan semua ini, dia yang merupakan kekasih Dewi kenapa tidak bisa membuat Dewi terlihat cantik seperti ini tapi malahan pria lain apalagi pria itu adalah Nick yang boleh dikatakan diantara temannya yang paling tidak menyetujui hubungannya dengan Dewi. Apakah pria itu tidak menyetujui hubungan mereka dikarenakan sebenarnya Nick sendiri menyukai Dewi ? Tapi dia dan yang lain yakin seyakin-yakinnya bahwa Nick memang menentang hubungan Derek dengan Dewi bukan karena dia sendiri menyukai Dewi tapi murni karena dia tahu Derek tergila-gila pada Linda tetapi memacari perempuan lain.
Atau apakah mereka salah selama ini menduga seperti itu ? Ada keraguan yang muncul di hati Derek sejalan dengan mulainya rasa cemburu menyebar di dadanya. Dia tidak senang melihat keadaan Dewi, hal ini sangat mengusik jiwa lelakinya, apa yang tidak dia punya sehingga Nick bisa membuat wajah Dewi seperti itu, mulai dia membanding-bandingkan dirinya dengan Nick.
Cepat Dewi membuka matanya dan pura-pura terkejut melihat mereka semua, serta berusaha merenggut tubuhnya dari dekapan Nick. Sebenarnya Nick sudah mendengar kedatangan teman-temannya dari tadi tapi dia tidak mampu melepaskan dirinya dari selimutan ketentraman yang dia rasakan saat dia memeluk Dewi. Dia tahu jika dia buka mata maka semuanya yang indah itu akan berakhir segera tanpa dia bisa mencegahnya, dan dia tidak tahu bagaimana reaksi Dewi dengan semua ini. Dia tidak perduli dengan yang lain terutama Derek, dia hanya memperdulikan perasaan Dewi saja. Dia tidak ingin menambah luka yang sudah menganga di hati perempuan ini, kini dia sadar sebenarnya perempuan ini merupakan seorang manusia yang sangat berperasaan. Selama ini dia terkecoh dengan sikap dan prilaku Dewi yang terlihat mandiri, tegas, cuek dan seperti tidak berperasaan padahal wajah perempuan ini ada pancaran keibuannya tapi semua itu tertutup dengan sinar matanya yang terlalu tajam.
Dia yang terkenal bisa “membaca” diri lawannya dengan baik ternyata tidak mampu melihat sisi sebenarnya dari seorang perempuan seperti Dewi. Saat dia memeluknya baru jiwa dia bisa merasakan kelembutan dan kerapuhan perempuan yang bernama Dewi ini. Jiwanya benar-benar sangat tersentuh sekali dan membangkitkan perasaan kasih sayang yang dia pikir tidak dia miliki selama ini. Ingin dia melindungi dan menjaga perempuan ini selamanya tapi dia tahu hal ini hampir bisa dikatakan mustahil mengingat Dewi merupakan kekasih teman baiknya, dan baginya merupakan pantangan untuk merebut kekasih temannya. Tapi hati kecilnya juga tidak bisa memungkiri ada sebuah peluang kecil bahwa hubungan Derek dan Dewi bisa berakhir segera mengingat bagaimana Derek sangat memuja Linda dan mengharapkan hubungan mereka bisa terjalin kembali.
Dia tidak berani terlalu mengkhayalkan Dewi bisa menjadi pendamping hidupnya karena dia tahu akan sangat sakit sekali bila ternyata tidak sesuai dengan kenyataan. Bertahun dia sudah belajar dari pengalaman selama yang menyangkut yang namanya perasaan sama sekali tidak bisa diramalkan berlainan dengan bisnis. Jadi dia hanya bisa berusaha membuat Dewi bahagia dan selalu menjadi “teman” yang baik bagi perempuan itu apapun yang terjadi nantinya.
Dewi yang merasa “kepergok” oleh Derek dan teman-temannya, berusaha tidak kelihatan bersalah karena memanfaatkan Nick tapi seharusnya dia tidak perlu menguatirkan hal itu toh semuanya itu sudah tertutup dengan rona wajah merah karena perasaan malu dan salah tingkah karena kepergok teman-teman. Ada perasaan menyesal telah menyakiti Derek menggunakan Nick, tapi setiap dia mengingat perkataan Derek dan sikapnya selama di pesta ini ada perasaan sedih dan sakit hati.
Derek melihat ke arah Dewi dan Nick bergantian, dia melihat Nick memandang dia dengan tenang menantang sedangkan mata Dewi terlihat dingin dan hampa tidak sinkron dengan sikapnya yang terlihat seperti malu. Ada apa gerangan diantara mereka berdua, belum sempat dia menanyakannya sudah keduluan oleh John.
“Apa yang kalian berdua lakukan di sini dan berhujan-hujan?”
“Nick, apa yang terjadi ? Kenapa kau bisa bersama Dewi?’
“Dewi, kenapa kamu bisa bersama Nick? Kamu kan tau kamu tidak boleh berhujan-hujan seperti ini, bagaimana dengan penyakitmu nantinya?” John bertanya dengan cemas sekali.
Sekarang Nick dan Derek memandang Dewi dengan cepat dan tajam selama ini mereka tidak pernah tahu bahwa Dewi tidak sehat.
“Dewi, apa maksud John mengatakan seperti itu?” Nick bertanya dengan nada yang tajam.
“Apa kamu menangis karena kesakitan ? Kenapa kau tidak mengatakan padaku bahwa kau sedang sakit sehingga aku bisa bawa kau ke dokter!” nada Nick semakin tajam diiringi dengan kecemasannya yang semakin meningkat mengingat bagaimana Dewi tadi.
“Ssssttt, aku tidak sedang sakit, John melebih-lebihkan masalah ini. John, kamu jangan seperti itu kamu membuat yang lain jadi cemas tidak karuan. Aku tidak sedang sakit SEKARANG! Jadi kamu jangan berlebihan seperti itu.”
“Tapi…” Nick berusaha membantah, kembali dengan cepat Dewi memotong.
“Nick, aku tidak apa-apa, jangan kuatir semuanya baik-baik saja, percayalah padaku, please” kata Dewi dengan pandangan mata yang lembut memohon kepada Nick.
Dan entah kenapa hati Nick luruh melihat pandangan dari Dewi itu, dia terdiam membisu tidak bisa membantah permohonan yang diucapkan dengan memelas itu. Kini dia tahu dia punya kelemahan terhadap perempuan yang dari dulu tidak dia sadari, dia tidak mampu berkeras terhadap kelembutan permohonan perempuan seperti Dewi. Dia hanya mampu memandang Dewi dengan mulut terkunci tapi pandangan mata yang bertanya.
Yang lain melihat komunikasi yang terjalin antara kedua insan ini semakin curiga dan kebingungan apa yang telah terjadi diantara mereka berdua.
.....